Kamis, 26 April 2012 - 10:50:29 WIB

Kategori: Birokrasi - Dibaca: 1570 kali

Pembangunan Pabrik Gula KTM Lamongan Masih Bermasalah


pembangunan-pabrik-gula-ktm-lamongan-masih-bermasalah

Lamongan, Suara-Publik.com - Terkait rencana pembangunan pabrik gula di Mantup Lamongan Jawa Timur oleh PT.Kebun Tebu Mas (KTM) menuai pro kontra dari masyarakat. Sampai saat ini pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik serta untuk pembibitan tebu yang berkisar sekitar 90 HA ,tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh PT KTM serta Pemerintah Kabupaten. Pembebesan lahan pun mendapat kendala karena warga ogah-ogahan menjual lahannya untuk dijadikan pabrik gula yang konon katanya akan bisa mensejahterakan masyarakat di sekelilingnya.

Dikatakan oleh tokoh masyarakat yang berinisial PDS dan diberi kepercayaan mewakili warga, bahwa sampai berita ini diturunkan warga yang belum menjual tanahnya tetap akan mempertahan kan dan tidak dijual. "jadi warga yang belum menjual tanah nya itu sampai saat ini tetap akan bertahan dan tidak akan menjual,berapa pun harganya,coba sekarang kita perhatikan beberapa warga yang telah menjual lahan nya,mereka kan sudah tidak punya mata pencaharian lagi,seperti orang bingung karena mereka tidak bisa lagi menggarap lahan mereka, yang pada awal, sebelum di jual diming-iming bahwa warga nanti nya masih bisa bekerja dilahan nya yang telah dijual,tapi kenyataannnya hanya omong kosong semua itu,"ungkap PDS.

Hal tersebut diatas dibenarkan oleh Rejo, dirinya pun tahu persis berapa lahan warga yang sudah terbeli oleh PT KTM dan titik-titik mana saja. "jumlah semua yang sudah terbeli itu baru sekitar kurang lebih 34,5 HA, diantaranya yaitu Dusun Sukorame sekitar 17 HA,Dusun Gedung Bundar sekitar 10 HA. Dusun Maijo 3 HA,Dusun Sembung 1 HA,Dusun Jombang Delik 1 HA,Babatan Timur 1 HA,Dusun Dukuan Suko 1,5HA,jadi semua lahan warga yang sudah dibebaskan tersebut kini digarap oleh kelompok tertentu,warga tidak bisa lagi ikut menggarap,ya sekarang hanyalah tinggal sesalan saja,untuk mereka yang telah menjual lahan nya,"tutur Rejo.

Menyikapi hal tersebut diatas Wakil Ketua DPRD Lamongan Fraksi PDI Perjuangan Sa'im menegaskan," jika memang tidak membawa manfaat untuk warga jangan dibuat pabrik gula disana,lebih baik hengkang saja,tapi jika bermanfaat kenapa tidak,toh nantinya juga warga disekitarnya yang akan merasakannya,dan ini kelitannya juga memang sudah masuk angin ya. Yang masuk angin itu para mafia tanah yang ada disana,saya sebagai wakil rakyat Lamongan akan melakukan apa yang terbaik untuk masyarakat dan segala sesuatu jangan sampai ada unsur pemaksaan apa lagi sampai terjadi intimidasi,"tegas Sa'im yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan.

Pada kesempatan yang sama Sa'im pun menegur Camat Sekaran Yuslikan,karena dirinya mendapat pengaduan dari warga yang akan membuat KTP atau memperpanjang KTP reguler di pungut biaya sekitar 15 ribu dan warga merasa keberatan,"saya berharap kepada pa Camat agar segera mengembalikan uang warga dan jangan sampai ini terjadi lagi,kasian warga, jika memang mereka tidak mampu itu kan memberatkan mereka,"ungkapnya.

Ditambahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI Dapil Jawa Timur Sudarsono, bahwa untuk pembangunan pabrik gula di Jawa Timur, dirinya sudah meminta kepada Gubernur Jawa Timur untuk memberhentikan pembangunan pabrik gula yang baru,menurutnya alangkah lebih baik jika pabrik gula yang ada di Revitalisasai kembali dan itu akan memperbaiki petani tebu dan menaikan rendemen. "jika ini tetap dipaksakan maka sama saja kembali ke Jaman PKI,karena waktu jaman PKI itu rakyat dipaksa petani itu harus mananam sesuai dengan apa yanag diperintahkan,"tuturnya.Dan Sudarsono mengimbau jangan sampai ini terulang kembali di era kebebasan dan jangan sampai melanggar UU Perlindungan Pertanian.(Hesty)